Revolusi milik para pemimpi

Setiap pemikir membutuhkan wadah yang mampu menerima kegilaan pemikiran yang muncul setiap saat. Pagi – siang – sore – malam tidak menjadi batasan untuk melahirkan sumber-sumber pemikiran baru. Sartre menyebutnya sebagai cermin dari keegoisan setiap penulis. Virginia Woolf menyebutnya sebagai ruang pribadi untuk diri sendiri. Aku menyebutnya sebagai surga kegilaan pribadi. Inilah eden bagi para pemikir yang mendamba sebuah kebebasan dalam dunia. Setelah ribuan batasan diciptakan mengatasnamakan moral, perilaku, agama, dan sebagainya, maka eden inilah yang menjadi harapan bagi para pemikir. Revolusi hanya dimiliki oleh para pemimpi. Mereka yang mematikan mimpinya hanya akan dikejar mimpi buruk tanpa ujung hingga akhirnya terlupakan.

Pada akhirnya aku menyadari kebutuhanku atas edenku sendiri. Yang dipenuhi mimpi para penyihir dan peri. Penuh dengan mantra harapan yang dititipkan ibu semesta lewat bisikan keseharian. Oleh sebab itu, demi revolusi dari kegilaan pencarian kebenaran, kuciptakan surgaku yang hadir lewat kata dan tulisan. Satu-satunya obat yang akan membakar seluruh mimpi burukku…

Putri

Feel free to leave your comment here.. (the revolution will starts from your idea!)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s