Janin Revolusi

ssshh.. ssshhh.. diam.

Dengarkan detak jantungku, pelan, tertutup dinding ambrosia para dewa.
Ya.
Aku adalah yang disembunyikan Zeus dalam kotak emas Pandora,
Aku adalah yang tak terbahasakan oleh Hermes dalam rapat petinggi gunung Olympus,
Aku adalah yang terlupakan oleh Athena dalam pengadilan perkosaan Medusa,
Aku adalah…………….

Sssh..Ssshh.. diam.

Seharusnya aku adalah janin yang terbentuk dari persetubuhan ide dan tinta milik para pemikir.
Seharusnya aku adalah bakal revolusi yang menanti dilahirkan oleh para pemimpi lewat keliaran imajinasi,
te-ta-pi,
Aku hanyalah gumpalan darah yang seringkali diaborsi atas nama sunyi..

Sssh..Sssh.. diam.

Aku bergerak menggerogoti buah pengetahuan,
Mataku terbentuk dan merindukan sinar,
Telingaku terbentuk ingin mendengar,
Mulutku terbuka ingin bicara.

Aku memberontak! aku ingin dilahirkan.
Menyebar dalam ribuan ide lewat tinta,
Sebagai penghargaan tertinggi atas revolusi!
Tanpa darah…

(15032010)

1 Comment

  1. dan kami semua mendengarkanmu
    pada setiap kesenyapan yang kau detakkan
    pada setiap tetes digitalmu yang tertebar gagap dan tercacah

    bahkan pada saat konstruksi keputus-asaan ditorehkan oleh sejarah
    dalam anyam-anyaman perjalanan separuh deterministik

    hayo sini sini…
    tetap bisik-kan teriak teriak nir desibelmu
    ke pusara pusara kami

    ke tempat sungai bertemu laut ke tempat laut bertemu langit


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s